Kamis, 27 Februari 2014

PAULUS WATERPAUW MENGABDI DENGAN HATI

Buku adalah sumber ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari oleh manusia. Buku memuat ilmu, sejarah serta cerita yang dapat dihikmahi nilainya dan dijadikan bekal untuk keperluan tertentu. Setiap manusia yang hidup di dunia ini mengalami fase kehidupan mulai dari lahir hingga menginjak dewasa. Bersumber dari itu, saya mencoba menuliskan perjalanan hidup saya dengan maksud untuk memberikan inspirasi dan motifasi bagi generasi saya khususnnya sebagai anak Papua. Dewasa ini, saya melihat fenomena generasi muda yang sangat memperihatinkan khususnya di Papua berupa munculnya sifat-sifat pragmatisme yaitu sifat ingin mendapatkan sesuatu tanpa percaya dengan adanya proses. Melihat itu saya ingin mencoba mengajak generasi muda khususnya anak Papua untuk bangkit dan memaknai kehidupan ini lewat sebuah proses sebelum kita mencapai cita-cita kita. Bukan bermaksud membanggakan diri atau menyombongkan diri namun lebih pada sisi kemanusiaan yang tersentuh melihat fenomena yang terjadi akibat dari perkembangan globalisasi yang semakin hari semakin memberikan implikasi kepada tatanan hidu generasi muda.

Menyikapi hal itu saya mulai berpikir untuk memberikan gambaran akan proses panjang kehidupan saya yang saya maksudkan untuk memberikan inspirasi kepada generasi saya khususnya di Papua. Buah pikir tersebut coba saya tuangkan ke dalam buku Biografi yang ditulis oleh Sdr. Ensa Wiarna dan Sdr. Rudi Hartono yang diarahkan oleh Prof.Dr.H. Asep Kartiwa, Drs.,SH.,MS yang juga Guru Besar Administrasipublik Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjajaran Bandung . Biografi tersebut memuat perjalanan panjang saya Paulus Waterpauw dari seorang anak Papua yang mengarungi kehidupan dan mencapai sesuatu yang saya yakini berkat dari hasil kerja keras serta komitmen diri yang ingin berhasil dan menjadi seseorang, from hero to Zero. Selain itu saya juga menuangkan pemikiran-pemikiran saya tentang pentingnya membangun wawasan kebangsaan lewat karya tulis yang juga saya camtumkan sebagai referensi generasi muda untuk memaknai pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup dan menjiwai nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Muatan yang tertulis dalam Biografi yang menceritakan bagaimana saya terlahir di lingkungan keluarga yang sederhana dan mengarungi ruang dan waktu hingga meniti karier Kepolisian di Surabaya Hingga Jakarta dan melewati tantangan-tantangan kehidupan. Suka duka semuanya saya curahkan ke dalam Biografi, perjalanan penjang yang saya harapkan dapat bermanfaat bagi kehidupan generasi saya berikutnya. Dan Puji Tuhan, atas kasih dan Karunianya, pada tanggal 31 Desember 2013 Buku tersebut telah di launching di Hotel Aston Jayapura, Semoga dapat bermanfaat.

Selasa, 14 Januari 2014

DAMPAK GLOBALISASI BAGI IDEOLOGI BANGSA


    Perkembangan globalisasi sangat besar dampaknya bagi seluruh kehidupan masyarakat, khususnya bagi masyarakat Indonesia sangat terlihat jelas dampaknya dengan adanya perubahan-perubahan pada strata kehidupan masyarakat.
    Perkembangan globalisasi tersebut kemudian memunculkan hal yang positif dan negatif ibarat dua sisi pada uang logam dampak tersebut tidak dapat dipisahkan. Dampak positif yang terlihat signifikan adalah adanya kemudahan dalam bidang teknologi yang membuat ruang, waktu seakan tidak dapat menghambat kepentingan masyarakat dalam segala urusannya. Namun berbanding lurus dengan dampak positifnya, dampak negatif yang timbul berpotensi besar menimbulkan ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
    Ancaman tersebut berupa munculnya ideologi-ideologi baru yang membuat termajinalkannya ideologi Bangsa Indonesia yakni ideologi Pancasila. Ancaman tersebut berupa adanya aksi terorisme dan separatisme yang motifasinya saat ini bukan sekedar motif ekonomi/kesejahteraan  namun sudah mengakar pada sebuah pergeseran ideologi individunya.
    Menyikapi hal tersebut perlunya dilakukan upaya-upaya yang kongkret dari Pemerintah dalam menanggulangi ancaman ini. Tidak hanya berupa hard action namun juga diperlukan soft approach berupa pemikiran-pemikiran untuk dijadikan konsepsi dalam menanggulangi ancaman-ancaman terhadap ideologi bangsa ini. Melihat realitas tersebut, saya mencoba menuangkan buah pikir saya berupa karya tulis yang saya harapkan dapat bermanfaat dan menjadi referensi bagi masyarakat dalam merevitalisasi pemahaman kita tentang pentingnya nilai-nilai wawasan kebangsaan yang dapat kita jadikan counter terhadap adanya ideologi-ideologi baru yang dapat merongrong keutuhan NKRI khususnya bagi generasi muda sebagai penerus bangsa di masa depan.
Berikut beberapa karya tulis saya yang berisi tentang konsep-konsep wawasan kebangsaan :
  1. MEMPERKUAT WAWASAN KEBANGSAAN  GUNA MENCEGAH KONFLIK SOSIAL   DALAM RANGKA PEMBANGUNAN NASIONAL ( klik di sini )
  2. MENINGKATNYA KETAHANAN SOSIAL BUDAYA DAPAT MENCIPTAKAN KAMTIBMAS YANG KONDUSIF  (klik di sini)
  3. MEWASPADAI ANCAMAN GLOBALISASI TERHADAP SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA DAPAT MENINGKATKAN NASIONALISME BANGSA INDONESIA      (klik di sini)
  4. PENGELOLAAN KEMAJEMUKAN MASYARAKAT SEBAGAI KEKUATAN POLITIK GUNA MEMBANGUN PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM RANGKA KETAHANAN NASIONAL (klik di sini)

    Demikianlah buah pikir saya yang saya tuangkan lewat karya tulis dengan harapan karya tulis tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam menghadapi segala ideologi-ideologi baru guna mencegah termajinalkannya ideologi Pancasila yang merupakan falsafah Bangsa Indonesia. Salah satu Founding Fathers kita Ir. Soekarno pernah bersabda " Perjuanganku lebih mudah karena hanya mengusir penjajah, namun perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri ". Hakekatnya mempertahankan apa yang telah ditinggalkan oleh para pendiri bangsa kita amatlah sulit, kita sebagai generasi muda diharapkan mampu mempertahankan segala peninggalan para pendiri bangsa ini karena seyogyanya saat ini kita dihadapkan pada masalah yang timbul dari dalam bangsa kita sendiri.

    Jayapura,  15 Januari 2014

       Drs. Paulus Waterpauw